Prosedur jual beli tanah berbeda dengan jual beli kendaraan, elektronik, dan benda berlayar lainnya. Zona dan dewan merupakan massa tidak berlayar atau bertabiat tetap maka itu berbeda mengacu pada hukum dibandingkan dengan wujud bergerak.



Komersial benda berlayar dapat tercipta secara tunai dan seketika, artinya beres ketika pemesan membayar harganya dan penjual menyerahkan produknya.

Sedangkan komersial tanah serta bangunan menggunakan akta terang, yaitu keterangan yang dibuat oleh penata laksana umum yang berwenang.

Pada proses komersial tanah serta bangunan, piagam otentik ityu dibuat sebab Notaris alias PPAT (Pejabat Pembuat Sertifikat Tanah).

Tidaklah sah mengacu pada hukum metode jual beli tanah dan pondok yang dikerjakan dengan tuntutan di diam-diam sehingga kepemilikan atas tanah dan pondok tersebut gak dapat berpindah dari penjual kepada pelanggan walaupun pembeli telah membalas lunas zona dan bangunan sesuai pengakuan harga.

Bersama-sama penjelasan menyerempet langkah-langkah yang perlu dijalani saat mengerjakan jual beli tanah dan bangunan:

1. Kontrol Obyek yang Akan Dibeli

Saat meninggalkan jual beli zona dan konstruksi, periksa terlebih dulu obyek tanah serta bangunan yang hendak dibeli. Pemeriksaan mereka mencakup pemeriksaan fisik obyek dan juga sertifikat tanah dan dewan.

2. Pastikan Pemilik Tanah Telah Melunasi PBB

Sehabis pemeriksaan fisik dan syahdah dilakukan, pelanggan perlu melakukan pemeriksaan pajak (PBB) pada kantor pajak dan pemeriksaan sertifikat zona dan pondok di instansi pertanahan tempatan.

Pemeriksaan pajak dilakukan kewajiban memastikan bahwa pemilik tanah (penjual) sudah lunas seantero kewajiban PBB terhadap tanah dan konstruksi tersebut.

3. Pastikan Obyek Tidak Selagi Bermasalah Berdasar pada Hukum

Kaum hal yang perlu diperkirakan ketika memeriksa sertifikat zona dan gedung antara lain:

- Tanah dan pondok tidak sedang berada dalam bawah tanah girik sidik tanggungan.

- Tanah serta bangunan gak dalam tuntutan jaminan.

- Tanah & bangunan gak sedang diblokir oleh pengadilan karena turut sengketa pedoman.

Cara meninggalkan pemeriksaannya yakni dengan mendatangi Pengadilan Teritori setempat.

4. Buat Sertifikat Jual Beli pada Kantor Notaris/PPAT

Apabila zona dan konstruksi tersebut bukan sedang dubius secara patokan, maka silahkan melanjutkan di tahap selanjutnya, yaitu pembuatan Akta Kulak (AJB) di kantor Notaris/PPAT.

Penjual dan pembeli yang bukan ingin ribet atau tdk sempat melaksanakan proses serta tata cara investigasi tanah sebagaimana disebutkan di dalam cara-cara dalam atas siap langsung meminta Notaris/PPAT berbuat pemeriksaan itu sebelum dibuatnya AJB.

AJB merupakan sertifikat penting yang nantinya jadi syarat utk pencatatan pulih nama sekalipun pecah akta tanah menjadi milik klien.

5. Metode Balik Seri Sertifikat

Jika AJB telah dibuat serta pajak sudah dibayarkan, maka Notaris/PPAT dengan melakukan proses balik nama sertifikat di kantor Agraria setempat meski proses balik nama udah selesai, oleh sebab itu kepemilikan tanah dan bangunan barulah halal secara hukum beralih menjadi milik pemesan.