Yang dimaksud secara gergaji sirkular di sini didefinisikan sebagai gergaji yang dioperasi menggunakan tangan, / ditempelkan di mesin, menggunakan tujuan memotong bahan diantaranya kayu, bata bangunan (masonry) plastik atau logam. Pasti lah untuk masing-masing bahan, punya mata potongnya masing-masing. Memotong sirkular diartikan sebagai gergaji Mesin yang memotong bahan dengan cara mengelilingi mata memotong berbentuk piringan bulat. Pacar gergaji bisa berupa piringan besi yang memiliki supremasi potong maupun piringan yang bersifat abrasif.

Mengapa mesti membeli gergaji sirkular?

Seorang tukang kusen (baik sejajar profesi mau pun hobi), bisa jadi satu ketika akan mengabung kayu berukuran lebar sebagaimana lembar triplex, multiplex / plywood utuh berukuran 2440 mm x 122 mm. Jika sobekan bahan harus lurus atau harus sigap lurus (perpendicular) secara siap, maka hal ini sedang menyulitkan tanpa bantuan meja kerja (bench table), apalagi kalau material yang dipotong memiliki ketebalan yang cukup tinggi.

Mesin gergaji sirkular ini, apabila dilihat oleh mata terbuka tidak memiliki perbedaan. Tapi jika ditelusuri lebih lanjut,

I. Jenis perangsang mesin

a. Sidewinder circular saw (inline saw)



Di dalam mesin sidewinder, mata gergaji langsung menumpang pada suksesi motor (driveshaft) mesin. Sebab menempel refleks pada putaran mesin, oleh karena itu gergaji itu akan mengarungi tenaga (power) RPM (Rotation Per Minute) yang semampai. Selain hal itu desain itu memungkinkan rancangan bentuk memotong yang mudah dan ramai.

b. Worm drive saw

Gergaji beserta mesin worm drive punya kelebihan saat tenaga. Type mesin itu menggunakan worm gear untuk memindahkan stamina dari motor ke mata gergaji dengan efektif, sehingga dapat merajang (carve) bakal yang selit-belit tanpa seksi. Bahkan mesin potong kayu bahwa seorang tukang kayu bertemu dengan perlawanan pada melakukan pemotongan, misalnya karena kerasnya bahan, maka handle yang terletak di besok gergaji bisa menangani kickback secara semakin baik. Namun, demikian, Mesin jenis itu mengorbankan kebebasan bergerak (maneuverability) demi memperoleh kekuatan (power) menyebabkan sedikit kesulitan begitu memotong di dalam ukuran imut

II. Desain

Terdapat kurang lebih hal yang perlu diperhatikan dalam model gergaji diantaranya: (1. ) Kemampuan mengabung secara akurat- Kemampuan memotong secara sah. (2) Dust Chutes, diantaranya alat yang dapat menjemput debu atau pecahan yang dihasilkan atas proses memotong (3) Dust blower, peniup debu / pecahan yang dihasilkan dr proses memotong sehingga kian mudah utk melihat urutan potong di dalam bahan, maka itu hasil pengeratan tetap persis. (4) Ruang untuk mengentengkan proses membawa dan mencadangkan aksesoris memotong seperti pengikat kabel, suku cadang emas tempawan geraji, ataupun alat lainnya yang dibutuhkan untuk menggagas dan memasang mata gergaji.

III. Sifat memotong

Segala mesin gergaji dapat mengotes. Namun kinerja potongan Mesin yang ahad dapat berbeda dibanding Mesin potong yang lain. Satu memotong dapat memotong dengan teras yang kian tajam & menawarkan fleksibilitas memotong yang lebih. Ada gergaji yang mewarkan bevel-stop, yang didesain untuk meningkatkan akurasi, contohnya ketika seorang tukang kayu ingin menyetop sudut potong 45 kualifikasi ketika mengarang sambungan berkas, sehingga di setiap potongannya digaransi akurat 45 derajat.

IV. Fitur kekuatan (power)

Mesin gergaji secara kecepatan putar 5600 rpm dinilai bertenaga. Hal berikut berpengaruh terhadap rasa (feel) yang dirasakan oleh tukang kayu begitu menggunakannya. Power ini pun dapat menjadikan apakah geraji gerakannya macet (stick alias jam) begitu berhadapan menggunakan bahan yang keras. Utama yang dimanfaatkan rpm amp volt.